Penerimaan Sakramen Penguatan dan Pesta Umat Warnai Misa Syukur HUT ke-55 Paroki Santa Maria Fatima Magelang
MAGELANG – Gereja Paroki Santa Maria Fatima Magelang diselimuti nuansa merah yang semarak dan penuh khidmat. Ratusan umat berkumpul merayakan perayaan ganda: Misa Syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 Paroki Santa Maria Fatima sekaligus Penerimaan Sakramen Penguatan bagi 68 calon penerima.
Misa Kudus tersebut dipimpin langsung oleh Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Pr., sebagai selebran utama. Dalam merayakan Ekaristi ini, Bapa Uskup didampingi oleh Romo Paroki Rm. Ignatius Adi Sapto Wibowo, Pr., Romo Vikaris Paroki Rm. Heribertus Warnata Nata Wardaya, Pr., serta Rm. Bonifasius Dwi Yuniarto Nugroho, Pr. (mantan Romo Paroki yang saat ini bertugas di Kuria Keuskupan Agung Semarang).
Suasana perayaan semakin agung ketika perarakan diawali dengan pembawaan gambar rencana pembangunan gedung gereja baru, diikuti para petugas liturgi menuju altar.

Meneladani Bunda Maria: Bersama, Berbuah, dan Diutus
Mengusung tema “Fiat Voluntas Tua” (Terjadilah padaku menurut kehendak-Mu), Mgr. Robertus Rubiyatmoko dalam homilinya mengajak seluruh umat untuk bersukacita atas dua rahmat besar yang diterima paroki pada hari ini. Bapa Uskup mengingatkan umat untuk meneladani sikap kesediaan Bunda Maria yang selalu mendahulukan kehendak Allah di atas kehendak pribadi.
Melalui momentum Pesta Roh Kudus ini, Bapa Uskup menekankan tiga kata kunci reflektif bagi perziarahan iman umat: “bersama”, “berbuah”, dan “diutus”.
"Kita sebagai umat Allah di paroki ini dipanggil untuk menjadi sebuah paguyuban umat beriman yang berjalan bersama (sinodal). Semua komponen harus terlibat aktif dan tidak hanya menjadi penonton," pangkas Mgr. Rubiyatmoko.
Khusus kepada 68 penerima Sakramen Penguatan, Bapa Uskup menyampaikan pesan mendalam bahwa penerimaan Roh Kudus membawa konsekuensi kedewasaan iman dan tanggung jawab yang lebih besar dalam kehidupan menggereja. Keterlibatan aktif tersebut diharapkan menghasilkan buah-buah iman yang nyata, sehingga setiap umat siap diutus menjadi garam yang membawa manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Apresiasi Wali Kota Magelang untuk Toleransi dan Pembangunan Karakter
Kehadiran Wali Kota Magelang, H. Damar Prasetyono, menambah keistimewaan perayaan Misa Syukur ini. Dalam sambutannya, Wali Kota mengapresiasi kontribusi positif umat Katolik dalam menjaga kerukunan dan mendukung pembangunan di Kota Magelang.
"Kami berharap di usianya yang ke-55 tahun ini, Gereja terus menjadi ujung tombak dalam pembentukan manusia seutuhnya—baik sebagai pribadi, keluarga, maupun masyarakat—sekaligus mendampingi anak-anak dan generasi muda," ujar H. Damar Prasetyono.
Ia juga mengajak seluruh umat untuk senantiasa menjaga toleransi melalui sikap saling menghormati antarelemen masyarakat demi ketenteraman Kota Magelang.

Suka Cita Pesta Umat dan Tradisi Gunungan
Usai perayaan Ekaristi, kegembiraan berlanjut pada sesi Pesta Umat. Acara diawali dengan perarakan gunungan sayur-mayur sebagai simbol rasa syukur dan kelimpahan kemakmuran, yang kemudian disambut antusias oleh umat. Suasana kebersamaan semakin erat saat seluruh umat menyantap sajian nasi kuning bersama yang disiapkan secara gotong royong oleh segenap lingkungan di Paroki Santa Maria Fatima Magelang.
