Menghidupkan Kristus di Meja Makan: Merayakan Paskah dalam Ketulusan "Caos Dhahar"

Kamis, 30 April 2026
Ibu Paroki Paskahan Bersama Caos Dhahar
Menghidupkan Kristus di Meja Makan: Merayakan Paskah dalam Ketulusan "Caos Dhahar"

MAGELANG – Suasana di Paroki Santa Maria Fatima Magelang pada Minggu, 26 April 2026, terasa sedikit berbeda. Alih-alih pakaian formal biasa, deretan kebaya warna-warni tampak anggun menghiasi ruangan. Hari itu, Tim Pelayanan (Timpel) Ibu Paroki menggelar acara Paskah Bersama Keluarga Caos Dhahar Rama, sebuah momen yang bukan sekadar perayaan liturgis, melainkan perwujudan kasih yang nyata.

Melayani Sang Roti Hidup

Acara tahunan ini mempertemukan para ibu Timpel, donatur setia dhahar rama,  Rama Paroki, serta Wakil Ketua II DPPH. Di balik kemeriahannya, ada misi mendalam: mempererat persaudaraan dan menyalakan kembali api semangat melayani di hati para ibu.

Dalam renungan Paskah yang menyentuh, Rama Ignatius Adi Sapto Wibowo, Pr. menarik garis lurus antara makna Ekaristi dan pelayanan harian para ibu.

"Yesus menyediakan Roti Hidup untuk menghidupi umat-Nya. Sama halnya dengan ibu-ibu sekalian yang dengan setia menyiapkan hidangan bagi kami para Rama. Melalui tangan dingin ibu-ibu, kami tetap sehat dan dikuatkan untuk melayani umat," ungkap Rama Adi dengan penuh syukur.

Beliau juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya bagi para ibu yang, meski di tengah kesibukan dan keterbatasan pribadi, selalu memastikan "meja makan pasturan" tidak pernah kosong.

Harmoni Budaya dan Sukacita

Perayaan kali ini terasa semakin istimewa karena berdekatan dengan semangat Kartini. Dengan mengenakan kebaya, para ibu tidak hanya merayakan iman, tetapi juga melestarikan warisan budaya bangsa.

Suasana pun pecah dalam kegembiraan saat lagu-lagu rohani berkumandang. Para ibu bergoyang bersama dengan penuh suka cita, membuktikan bahwa semangat paskah—yaitu kebangkitan dan hidup baru—memang nyata hadir di sana.

Komitmen dalam Sebait Pantun

Ketua Panitia sekaligus Ketua Ibu Paroki, Ibu Fransisca Suwarti, menutup rangkaian pesan dengan penuh kehangatan. Melalui sebuah pantun, beliau menitipkan harapan bagi seluruh anggota:

Pergi ke Pantai Glagah naik kereta mini,

Membeli oleh-oleh pepaya dan mangga.

Semoga Paskah tahun ini,

Membawa bahagia dan sejahtera.

Acara diakhiri dengan lantunan lagu "Melayani" yang dinyanyikan bersama. Sebuah pengingat reflektif bahwa setiap piring yang disajikan dan setiap tenaga yang dicurahkan adalah balasan kecil atas kasih Yesus yang telah lebih dulu melayani umat manusia hingga tuntas.

Paskah Keluarga Caos Dhahar  2026 di Santa Maria Fatima Magelang bukan hanya tentang perayaan, tapi tentang bagaimana kasih Tuhan hadir melalui hidangan di atas meja dan ketulusan hati para perempuan hebat di dalamnya.

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita