Gema Toleransi dan Syukur di Malam Tirakatan HUT Ke-55 Paroki Santa Maria Fatima Magelang

Senin, 05 Oktober 2026
Malam Tirakatan HUT Paroki 55 Rukun Warga
Gema Toleransi dan Syukur di Malam Tirakatan HUT Ke-55 Paroki Santa Maria Fatima Magelang

MAGELANG – Suasana hangat dan syahdu menyelimuti Aula Panti Ekakapti Paroki Santa Maria Fatima Magelang pada Jumat malam (2/10/2026). Diiringi alunan musik keroncong yang menyejukkan hati, ratusan pasang mata larut dalam kebahagiaan merayakan Malam Tirakatan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 Paroki Santa Maria Fatima.

Malam Tirakatan ini menjadi ajang perjumpaan lintas iman yang sarat makna. Hadir dalam acara tersebut pengurus Dewan Pastoral Paroki Harian (DPPH), tokoh masyarakat, serta warga sekitar gereja dari berbagai latar belakang agama.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan kilas balik sejarah berdirinya Paroki Santa Maria Fatima oleh Wakil Ketua II Dewan Pastoral Paroki, FX Samingin. Napak tilas ini mengingatkan kembali perjuangan dan fondasi iman yang telah terbangun selama lebih dari setengah abad di tanah Magelang.

Ketua Panitia, Petrus Aris Budi, menjelaskan bahwa Malam Tirakatan merupakan rangkaian utama perayaan HUT ke-55 paroki. Melalui momen ini, pihak panitia ingin mengetuk pintu kebersamaan dan berbagi sukacita secara nyata bersama masyarakat sekitar.

Apresiasi tinggi datang dari warga setempat. Ketua RW 11 Kramat Selatan, Suganjar, menyampaikan ucapan selamat ulang tahun sekaligus harapannya agar keberadaan gereja terus memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sosial. Ia juga berharap sinergi dan kerja sama yang harmonis antara warga dan pihak gereja dapat terus bertumbuh di masa depan.

Menanggapi hal tersebut, Romo Paroki Santa Maria Fatima Magelang, Rm. Ignatius Adi Sapto Nugroho, Pr., menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas dukungan masyarakat.

"Gereja tidak akan mampu berdiri kukuh selama 55 tahun tanpa adanya kontribusi positif dan penerimaan dari warga sekitar. Momen malam ini adalah bentuk nyata bibit-bibit toleransi yang tumbuh subur dan merawat kehidupan bermasyarakat kita," ungkap Rm. Adi Sapto.

Kehadiran warga non-Katolik yang membaur bersama umat dalam suasana akrab menjadi bukti nyata bahwa toleransi antarumat beragama di kawasan Kramat Selatan terjalin dengan sangat kuat dan alami.

Acara puncak ditutup dengan doa syukur bersama, lalu dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan malam bersama sebagai ungkapan kegembiraan atas rahmat perjalanan 55 tahun Paroki Santa Maria Fatima Magelang.

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita