ESTAFET SALIB HARI ORANG MUDA SEDUNIA: OMK KEVIKEPAN KEDU DIAJAK NYAWIJI, BUNGAH, LAN GUMREGAH

Senin, 29 Juni 2026
Orang Muda OMK Safari Salib HOMS
ESTAFET SALIB HARI ORANG MUDA SEDUNIA: OMK KEVIKEPAN KEDU DIAJAK NYAWIJI, BUNGAH, LAN GUMREGAH

MAGELANG – Suasana Perayaan Ekaristi di Gereja Paroki Santa Maria Fatima, Magelang, pada Sabtu Sore (27/6/2026) terasa berbeda dan penuh energi muda. Ada pemandangan unik sekaligus membanggakan ketika rombongan Orang Muda Katolik (OMK) dari Paroki Santo Petrus dan Paulus, Temanggung, memasuki gereja dengan mengenakan seragam SMA. Kehadiran mereka membawa misi khusus: mengantarkan Salib Hari Orang Muda Sedunia (HOMS) dalam prosesi estafet yang penuh khidmat.

Perayaan Ekaristi diawali dengan perarakan agung Salib HOMS menuju altar suci. Suasana haru dan semangat berkobar tampak jelas saat prosesi serah terima salib berlangsung. OMK Paroki Petrus dan Paulus Temanggung yang diwakili oleh Doni Billy Santoso secara resmi menyerahkan Salib HOMS kepada perwakilan OMK Paroki Santa Maria Fatima Magelang, Gregorius Dimas Henry Indarto. 

Menjadi Orang Muda yang Peka dan Bersemangat

Misa kudus ini dipimpin langsung oleh Romo Florentius Hartanta, Pr., selaku Romo Ketua Komisi Kepemudaan Kevikepan Kedu. Dalam homilinya yang menyentuh sekaligus membakar semangat, Romo Hartanta mengajak seluruh OMK untuk berani mengambil peran dan menjadi bagian aktif dari gerak langkah Gereja.

Menggunakan kearifan lokal, beliau mengingatkan OMK melalui sebuah falsafah Jawa yang mendalam:

"Nduwe kuping ojo mbudeg, nduwe ati aja ndableg, nduwe mata aja kero." (Punya telinga jangan tuli, punya hati bebal, punya mata jangan juling/harus bisa memandang lurus kedepan).

Melalui ungkapan tersebut, Romo Hartanta menekankan agar OMK memiliki hati dan panca indra yang peka terhadap situasi serta kebutuhan umat di sekitar mereka. Beliau juga membakar semangat kaum muda dengan ajakan khas: Nyawiji, Bungah, lan Gumregah (Bersatu, Gembira, dan Bangkit Bersemangat).

"Sama seperti pesan dalam bacaan Kitab Suci hari ini, kita semua, khususnya kaum muda, diajak untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah. Kedekatan itulah yang menjadi bahan bakar utama agar kita selalu bersemangat dalam setiap karya pewartaan," tegas Romo Hartanta.

Dukungan Orang Tua untuk Masa Depan Gereja

Tidak hanya menyasar kaum muda, Romo Hartanta juga memberikan pesan khusus kepada para orang tua yang hadir. Beliau mengingatkan bahwa masa depan Gereja berada di tangan orang muda saat ini. Oleh karena itu, keterlibatan, bimbingan, serta dukungan penuh dari orang tua dalam setiap kegiatan positif OMK sangatlah krusial.

Setelah Perayaan Ekaristi usai, acara dilanjutkan dengan sesi ramah tamah antar-OMK. Acara kebersamaan ini berlangsung hangat dan dihadiri oleh perwakilan OMK dari berbagai paroki di wilayah Kevikepan Kedu, mempererat tali persaudaraan sekaligus menjadi wadah saling berbagi sukacita iman.

Semoga estafet Salib HOMS ini tidak sekadar menjadi simbol seremonial, melainkan menjadi momentum kebangkitan iman bagi seluruh Orang Muda Katolik di Kevikepan Kedu untuk terus berakar, bertumbuh, dan berbuah dalam Kristus.

 

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita